.jpg)
Investor/Analyst Briefing 1Q23
1Q23
Investor/Analyst Briefing Mei 2023

-
Pertumbuhan pendapatan yang kuat, ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi di fasilitas pengolahan nikel.
-
Margin profitabilitas tetap sehat, dengan margin laba kotor, EBITDA, dan laba bersih yang berada di kisaran dua digit.
-
Kinerja EBITDA dan laba bersih pada Q1 sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan oleh penurunan laba bersih dari entitas asosiasi HPAL.

-
Portofolio operasi tambang TBP terdiri dari 2 tambang yang sudah berproduksi dan 2 konsesi pada tahap eksplorasi di Pulau Obi.
-
Kadar kelembaban bijih rata-rata sebesar 30–35% untuk saprolit dan 36–40% untuk limonit.
-
Nikel ore (bijih nikel) dijual ke fasilitas hilir di MSP dan HJF serta ke entitas asosiasi kami.
-
Pertumbuhan kuat pada produksi dan penjualan hasil tambang dikarenakan meningkatnya permintaan bijih nikel dari bisnis pengolahan Grup, yaitu smelter RKEF dan pabrik HPAL.
-
Sepanjang tahun buku 2022 dan kuartal I 2023, peningkatan ini berasal dari 5 lini produksi yang telah selesai dibangun di fasilitas pengolahan nikel RKEF PT HJF serta penyelesaian tahap commissioning lini ke-3 HPAL di PT HPL.

-
Pada akhir tahun 2021, dua lini produksi MHP milik PT HPL mulai beroperasi. Lini pertama mencapai kapasitas penuh dalam 4 bulan, sementara lini kedua hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk mencapai kapasitas penuh.
-
Pertumbuhan signifikan pada tahun buku 2022 didorong oleh peningkatan tingkat utilisasi.
-
Lini ketiga mulai beroperasi (commissioning) pada Januari 2023 dan juga mencapai kapasitas penuh dalam 2 bulan.
-
Dalam perbandingan Q1 terhadap Q1 tahun sebelumnya, kinerja HPAL menunjukkan pertumbuhan stabil sekitar 36% untuk produksi dan 39% untuk volume penjualan.
-
PT HPL mulai memproduksi Nikel Sulfat pada April 2023, dan diperkirakan akan mulai memproduksi Kobalt Sulfat pada Juni 2023.
