Investor/Analyst Briefing 1H24

Investor/Analyst Briefing 1H24

Pilih

1H24

Investor/Analyst Briefing Agustus 2024

Ikhtisar Kinerja Keuangan

 

 

  • Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan produksi di fasilitas penambangan dan pengolahan nikel (smelter HJF).

  • Harga nikel global mulai pulih pada kuartal II 2024, sehingga Laba Kotor TBP meningkat sebesar 9%, EBITDA naik 14%, dan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp2,806 miliar.

Operasional Pertambangan

 

 

  • Produksi tambang berasal dari 2 tambang yang sudah beroperasi (TBP & GPS), sementara JMP & OAM masih dalam tahap eksplorasi. Saat ini juga sedang dipersiapkan pengoperasian tambang GTS dalam waktu dekat.

  • Pada 1H23, TBP telah mengoperasikan 2 smelter RKEF: (MSP) dengan 4 lini produksi berkapasitas 25.000 ton nikel terkonten/tahun dalam bentuk FeNi, serta (HJF) dengan 8 lini produksi berkapasitas 95.000 ton nikel terkonten/tahun dalam bentuk FeNi yang masih dalam tahap peningkatan kapasitas (ramping period). Selain itu, TBP juga mengoperasikan 1 pabrik HPAL (HPL) dengan 3 lini produksi berkapasitas 55.000 ton nikel terkonten/tahun dalam bentuk MHP.

  • Pada 1H24, penjualan saprolit meningkat seiring beroperasinya penuh 8 lini produksi RKEF (HJF). Sementara itu, permintaan limonit berasal dari pabrik HPAL baru (ONC) dengan 3 lini produksi.

Operasional RKEF

 

 

  • Pada FY21–FY22, output produksi FeNi hanya berasal dari MSP, yang telah beroperasi sejak 2017.

  • HJF RKEF telah menyelesaikan 2 lini produksinya pada akhir 2022. Lini produksi ke-3, ke-4, dan ke-5 diselesaikan masing-masing pada Januari, Februari, dan Maret 2023. Sisa 3 lini produksi lainnya selesai pada Mei 2023. HJF mencapai kapasitas produksi 100% pada akhir Agustus 2023, sehingga mendorong pertumbuhan signifikan penjualan FeNi secara tahunan (YoY).

  • Produksi pada 1H24 telah mencapai 63.414 ton nikel terkonten dalam FeNi, meningkat 69% YoY, atau sekitar 6% di atas total kapasitas terpasang (nameplate capacity).

Operasional HPAL

 


 

  • Pada 1H24, TBP telah mengoperasikan 2 perusahaan HPAL (HPL dan ONC). HPL memiliki kapasitas terpasang sebesar 55.000 ton nikel terkonten per tahun dalam bentuk MHP, sementara ONC memiliki kapasitas terpasang sebesar 65.000 ton nikel terkonten per tahun dalam bentuk MHP. ONC memulai lini produksi ke-1, ke-2, dan ke-3 masing-masing pada April, Juni, dan Juli 2024, dan seluruh lini produksi tersebut berhasil mencapai 100% kapasitas hanya dalam waktu 1 bulan.

  • Pada 1H24, produksi di HPL mencapai 33.001 ton nikel terkonten dalam bentuk MHP, atau lebih dari 20% di atas kapasitas terpasang. Sementara itu, ONC memproduksi 5.333 ton nikel terkonten dalam bentuk MHP. Secara total, kedua pabrik HPAL tersebut menghasilkan 38.334 ton nikel terkonten dalam bentuk MHP.