Investor/Analyst Briefing 1H23

Investor/Analyst Briefing 1H23

Pilih

1H23

Investor/Analyst Briefing 2023

Ikhtisar Kinerja Keuangan

 

  • Rekam jejak pertumbuhan pendapatan yang kuat didorong oleh peningkatan produksi dari fasilitas pengolahan nikel.

  • Margin profitabilitas yang sehat dengan pertumbuhan dua digit pada laba kotor, EBITDA, dan margin laba bersih.

  • Pertumbuhan EBITDA dan laba bersih yang stagnan pada 1H secara tahunan disebabkan oleh lebih rendahnya porsi laba bersih dari entitas asosiasi yang berasal dari HPL.

 

Operasional Pertambangan

 

 

  • Pertumbuhan yang kuat dalam produksi pertambangan sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi smelter dan kilang.

  • Pada FY2020, TBP hanya memiliki 1 smelter yang beroperasi, yaitu MSP, dengan 4 jalur produksi dan kapasitas 25.000 ton nikel per tahun.

  • Pada FY2021, dua jalur HPAL di PT HPL telah diselesaikan dengan kapasitas 37.000 ton per tahun dalam bentuk senyawa nikel kobalt.

  • Pada FY2022 dan paruh pertama 2023, permintaan meningkat secara signifikan seiring dengan selesainya 8 jalur produksi RKEF di fasilitas pengolahan nikel PT HJF dengan kapasitas 95.000 ton nikel per tahun dalam bentuk feronikel. Hingga Juni 2023, 2 jalur produksi masih dalam tahap peningkatan kapasitas, serta adanya tambahan dari commissioning jalur produksi ke-3 HPAL di PT HPL.

Operasional RKEF

 

  • Pada FY2020 hingga FY2022, produksi FeNi hanya berasal dari MSP yang telah beroperasi sejak 2017.

  • HJF RKEF mulai beroperasi pada akhir FY2022 dengan 2 jalur produksi. Tiga jalur berikutnya, yaitu jalur ke-3, ke-4, dan ke-5, diselesaikan masing-masing pada Januari 2023, Februari 2023, dan Maret 2023. Sisa 3 jalur produksi lainnya selesai pada akhir paruh pertama 2023.

  • HJF diperkirakan akan mencapai kapasitas produksi penuh pada kuartal ketiga 2023. Hal ini mendorong pertumbuhan signifikan penjualan FeNi pada paruh pertama 2023.

Operasional HPAL

 

 

  • Pada akhir 2021, dua jalur produksi MHP milik PT HPL mulai beroperasi dengan kapasitas terpasang sebesar 37.000 ton nikel per tahun. Jalur pertama mencapai kapasitas penuh dalam 4 bulan, sedangkan jalur kedua hanya membutuhkan 2 bulan.

  • Jalur ketiga dengan kapasitas 18.000 ton nikel per tahun mulai beroperasi pada Januari 2023 dan juga mencapai kapasitas penuh dalam 2 bulan. Per April 2023, total kapasitas produksi MHP telah mencapai 55.000 ton nikel per tahun.

  • Realisasi produksi MHP pada 2022 melampaui kapasitas terpasang.

  • PT HPL mulai memproduksi Nikel Sulfat pada April 2023 dan melakukan ekspor perdana pada Juni 2023.